•           

  •          Animated Pictures Myspace Comments


  • Statistik Blog ini

    • 602,068 Kali
  • Tentang Blog Ini

              TopOfBlogs
            
             My BlogCatalog BlogRank
             PageRank Checking Icon
          
          
            Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
        


       
             
       
  • Tentang Anda

             Free Hit Counters
        IP
    free counters
  •    Top Blogs            server monitor
               
               Blog directory
               Blog directory
              
              Page copy protected against 
web site content infringement by Copyscape
    Add to Technorati Favorites

TV Swasta Dilarang Mengudara Secara Nasional Mulai Akhir Desember 2009

TVAda tujuh keputusan yang dihasilkan dalam rakernas Komisi penyiaran Indonesia yang di gelar di Solo, Jawa Tengah. Komisioner KPI Pusat uhammad Izzul Muslimin mengatakan tujuh keputusan tersebut adalah, meminta pemerintah konsisten melaksanakan Sistem Stasiun Jaringan dengan batas akhir pelaksanaan tanggal 28 Desember 2009.

Terhitung 28 Desember 2009 televisi swasta sudah dilarang mengudara secara nasional dan meminta kanal frekuensi yang selama ini dipergunakan dikembalikan kepada negara. Meminta pemerintah menyusun peta wilayah layanan radio dan TV komunitas.

Meminta pemerintah untuk menyederhanakan proses perizinan radio dan TV komunitas. Dan mendesak KPI Pusat segera membentuk Tim Kecil menindaklanjuti amanat Rakornas di bidang perizinan. Terakhir, meminta KPI Pusat menyusun peraturan KPI tentang proses izin LPB Kabel.

Ditambahkan Izzul, sistem stasiun jaringan sebenarnya harus mulai berlaku sejak 2007, namun tertunda hingga dua tahun. Kendati begitu rekomendasi ini akan berlaku efektif jika pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informasi juga menunjukkan peran aktif meminta stasiun TV untuk membentuk jaringan.

“Ini amanat Undang-undang, dan tidak ada alasan lagi bagi stasiun TV untuk tidak menjalaninya. Karena kita sudah memberi kelonggaran kepada mereka,” tandas Izzul, Kamis (14/05/2009) kemarin.

Dalam rakernas ini juga diputuskan KPI tidak akan membatasi spot iklan untuk kampanye Pilpres. Tayangan iklan didasarkan kuota, yaitu maksimal 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk lembaga penyiaran publik.

Dengan ketentuan ini, lembaga penyiaran dibebaskan menayangkan iklan, namun tidak boleh melebihi 20 persen untuk lembaga penyiaran swasta dan 15 persen untuk penyiaran.

Sumber : Okezone

59 Tanggapan

  1. Eh, kira-kira undang-undang IT sdg meneropong kita g ya?

  2. SAYA SANGAT MENDUKUNG KEBIJAKAN INI karena akan memajukan daerah, sehingga uang tidak semua masuk di dompet pengusaha Jakarta saja seperti dulu. akan banyak sekali KEUNTUNGAN bagi daerah yang memiliki siaran TV lokal berjaringan seperti munculnya artis2 daerah, industri pembuatan iklan di daerah masing2, industri sinetron di daerah masing2, orang daerah akan mengerti daerahnya sendiri, jadi INTINYA SISI POSTIFNYA ORANG DAERAH AKAN LEBIH MAKMUR DAN KREATIF

  3. tv sekarang memang bermanfaat bagi orng yang……. suka acara 2 anak muda tapi untuk acara orang dewasa kurang mendidik………..
    menurut q sih acara tv itu sebuah media yang paling banyak diminati di indonesia apalgi orng yg ingin mendapatkan informasi yang global. contohnya aja masalah politik.. tampa adaya tv atau radio informasinya ngk bakaln sampai kedaerah secara cepat, tpi karna tv dan radio juga yang memiliki peran dalam memberikan informasi ………….
    tanks buat semuanya……………
    dari iptah, yang bercita2 menjadi seorang jurnalistik……. di sebuah tv nasional maupun tv swasta.. untuk pembaca doain ipta ya…

  4. TV² swasta Indonesia… Kebanyakan tidak mendidik anak bangsa Indonesia……

    Pemerintah harus tegas untuk menindak lanjuti…

  5. jujur saya paling gk mau bgt kalo sampe mesti begini yg terjadi… moga2 semua tv swasta yg sdh nasional tetep boleh nasional

  6. sekedar bertanya dan bermohon agar supaya tayangan striping dihilangkan saja, karena selain memonopolis salah seorang sutradara, tayangannya juga tidak mendidik sama sekali. Tidak ada pesaan moral yang disampaikan.
    Kita kan punya beberapa sekolahan Film dan Televisi, dan jumlah lulusannya banyak sekali, kalau tidak ada yang memberikan fasilitas kepada lulusannya maka untuk apa mereka sekolah? Masa iya harus ada sekolah menjilat atasan supaya bisa ikut kerja? Saran saya lebih baik setiap stasiun TV menghilangkan tayangan striping…
    Karena mungkin akan lebih memberikan alternative tontonan bagi masyarakat luas pun memberikan banyak lahan kerja bagi para pekerja film dan televisi. Terima kasih.

  7. sekedar bertanya dan bermohon agar supaya tayangan striping dihilangkan saja, karena selain memonopolis salah seorang sutradara, tayangannya juga tidak mendidik sama sekali. Tidak ada pesaan moral yang disampaikan.
    Kita kan punya beberapa sekolahan Film dan Televisi, dan jumlah lulusannya banyak sekali, kalau tidak ada yang memberikan fasilitas kepada lulusannya maka untuk apa mereka sekolah? Masa iya harus ada sekolah menjilat atasan supaya bisa ikut kerja? Saran saya lebih baik setiap stasiun TV menghilangkan tayangan striping…
    Karena mungkin akan lebih memberikan alternative tontonan bagi masyarakat luas pun memberikan banyak lahan kerja bagi para pekerja film dan televisi. Terima kasih.

  8. GAK MUNGKIN….GAK MUNGKIN SEMUA INI TERJADI,
    100 3 TAHUN MUNGKIN………………

  9. Menurut aku, TVRI masih isinya berkualitas, tetapi masih kurang kreatif diolah, masih jadul,gak professional.

    NGOMONG POSITIFNYA AJALAH DULU. GIMANA MASYARAKAT YAKIN KALO KEBIJAKAN INI BAIK, SEDANGKAN BAROMETERNYA MENUNJUKKAN KURANG BAIK
    “MENYEBUR DI KOLAM SUNYI, GAK TAU APAKAH ITU DALAM ATAU NDAK”, BUKTIKAN DULU KALO TV NASIONAL ITU SANGAT BAIK(LEBIH BAIK SEHINGGA BISA MENGGANTIKAN TV SWASTA), BARU NGOMONG. INI IDENYA SIAPA SIH, BUAT SEMAK AJA????? Kalo kayak gini mending aku dari dlunya pake Astro/YesTV, Indovision. Campak aja antena PF goceng tuh.

    Mendingan pertahankan channel kayak MetroTV, TVOne,TransTV yg tetep punya kualitas isi dan kreatifitas performanya, yang laen kayaknya buang aja soalnya gak malu nampilkan acara yang bisa merusak moral.
    Usaha kayak gini jg akhirnya bakal mematikan sumber kreatifitas dan inovasi masyarakat. Jgn gitu dong, kami gak mau balek ke zaman Suharto, zamannya manusia purba.
    Terima kasih.

    • Setuja eh….Setuju mas, Tv² swasta yg disebut itu emang lebih Inpormatip dr pd TVRI, seharusnya TVRI lebih inopatip dalam menyajikan siaran➡ ngomong Opoooo ❓
      thanks bro atas Opininya nice💡

  10. wah… ada apakah ini…???

    • Iya ada apa neh😀
      ini lho ada yg buat peraturan yg ngga bisa diterima banyak orang
      Gimana bisa di terima yg buat peraturan udah pada pakai Indovision, lagian kalau mereka Korupsi biar ngga di katahuan seluruh Indonesia Kali😎

  11. Pasti tetep mengudara secara nasional kok, tenang aja di negeri ini emang udah serba gak jelas

  12. ganti gambar YM status indicator anda dengan gambar-gambar yang cute, lucu dan menggemaskan http://www.freecustomize.com

  13. sekalian aja ngga usah siaran….!!

  14. Kpi tai anjing.sok larang2.buat aja tv porno n mesum biar sekuruh orang nonton.biar hancur. memang negara aneh.

  15. yo mbok dipertimbangke masak-masak. Saya aja males banget nonton acara TVRI yang kurang berbobot

    • Betul mas arkandas, di pertimbangkan masak² dulu, karena TVRI hanya siarannya hanya masak² ngga inpormatip.
      Thanks bro dah mampir🙂

  16. tambah aneh aja nih peraturan pemerintah…

    kunjungi http://army-as.web.id berisikan coretan – coretan dari keseharian saya

  17. gak jelas brow…..maksudnya apa swasta gak boleh mengudara ?? peraturan kok susuh dipahami,……….

  18. oo itu purba.. yaaa.. bukan pura!!! mohon maaf ngetiknya… kecepetan. maaf sekali lagi!!

  19. ??? owalah tambah pusing neh!!!!
    gimana kalo gak usah ada tv aja skalian!!!
    jadi kembali ke masa pura aja!!, trus yang bisa nonton yang berduit aja yaa!!!! kurang ngerti juga di batasi apanya??? hihiihih..

  20. Sudah saatnya TV nasional & swasta direformasi…
    Tentunya tanpa mengurangi kualitas informasi baik secara nasional maupun internasional.

  21. mending TVRI aja deh yang mengudara, acaranya jauh lebih berkualitas.
    jangan lupa jika ada yang butuh tas payet yang cantik dengan harga yang terjangkau silahkan kunjungi kami di :
    http://taspayetcantik.wordpress.com/

    • Betul… Tapi TVRI yang berkualitas seperti kualitas tas payetnya, Thanks tas payetnya yah Eh.. salah, maksudnya Taspayetcantik yang sdh meluangkan waktu untuk mampir di blog ini.🙂

  22. […] TV Swasta Dilarang Mengudara Secara Nasional Mulai Akhir Desember 2009 Ada tujuh keputusan yang dihasilkan dalam rakernas Komisi penyiaran Indonesia yang di gelar di Solo, Jawa Tengah. […] […]

  23. Bikin aturan kok stengah hati? 28 des 09 itu stengah tahun lagi, tp peraturan mentri yg mengatur teknis pelimpahan kanal utk TV lama yg akan berjaringan belum juga terbit.
    Lha kalo permenkominfonya aja blm ada, gimana si TV mo EDP, mo FRB, minta RK, minta ISR lokal, hingga mo dpt IPP? Jaringan itu mahaaal, kudu bikin studio, punya uplink, sewa transponder satelit, hingga cost produksi lokal. Trus utk biaya itu semua apa KPI mau talangin?

    • Wadau….😯 Namanya aja mas Gaptek cara menganalisanya tidak menandakan seorang yang Gaptek alias kebalikan dr namanya.
      Bener Mas Gaptek, Bikin aturan kok ½ mati mana hasilnya ½ hati, mungkin KPI mau talangin dulu KPI kelebihan duit kalee.
      Thanks Mas Gaptek dah mampir di blog in dan memberi opini serta komentar.🙂

  24. lha kalo disuruh berhenti mengudara? apa TVRI aja yang mengudara? sedangkan TVRI itu gak professional, n gak maju-maju dibanding TV SWASTA?

    • Hidup TVRI…, eh tadi pro kemana seh mas TV swasta yah.. salah donk, Ralat Hidup TV swasta hayo. Buktikan kalau TV swasta masih layak dan pantas mengudara, biarkan TVRI saja yg mendarat.
      Thaks dah mampir🙂

  25. lha! maksudnya gimana ini? kita harus make tipi kabel gitu? atau tv swasta nantinya cuma bisa siaran lokal?

    • Betul mas stein masa kita udah beli tipi di suruh beli kabel juga, biar bisa pakai tipi kabel, kan seharusnya kalau udah beli tipi udah sama kabelnya.. kan😆 Terimah kasih sdh mampir disini mas

  26. asal kita masih bisa lihat tv…………gak masalah….haaa

  27. Jelas ada baik dan buruknya.

    Baiknya, potensi kreatif daerah berkembang.

    Buruknya, sektarian bertumbuh dan wafatlah kebhinekaan

    FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI

  28. Salam kenal
    Wah udah kurang info lagi kita ni….

  29. maksudnya gimana mas, jadi yang pake parabola gak bisa nonton tivi lagi ya…

    • Masih bisa mas Jaya kan masih bisa purtar VCD, DVD, Ama TVRI kalau bosan dikit bisa main PS gitu… He.² .
      Thanks Mas Jaya sdh mampir di sini🙂

  30. limbad maksud gw😀

  31. jadi ntar kita gak bisa nonton The Master lagi di RCTI? yaahh~

    sayang belom pernah ngeliat Limda sisiran😀

  32. wow ada apa ini

  33. Hix😥 berarti thn 2010 aq dh gak bs lg nonton transtv, trans7, tvone, metrotv, indosiar, and the bla and the bra😥

    rese nih, kpi !

    • Iya bro kpi reseh neh , gimana kalau kpinya sj yang di bubarkan per tgl 27 Desember 2009 sehari sebelum batas akhir TV swasta dilarang mengudara, biar ngga bisa ngelarang TV swasta mengudara.😆

  34. horee.. akhirnya usahaku yg kecil ini bisa ada harapan di daerahku

    • Selamat², sekali lagi selamat yah mas selamat datang di blog saya dan usahanya mampir di blog saya.
      Dan semoga usahanya bisa berkembang tdk hanya didaerahnya tapi jg bisa di daerah lain.🙂

  35. setuju! stasiun televisi di indonesia semua nya g bermutu!,siaran ny banyak di penuhi dengan acara2 yg membodohkan masyarakat! jd hrs d batasi. g ush gw sebutin..psti smua jg udh pd tau..

    • Bener mas banyak siaran TV swasta jg yang tidak bermutu mungkin itu pertimbangan pemerintah jg mas dadank, tapi ada jg stasiun TV swasta yang menyajikan acara bermutu misalkan debat pemilu, dll
      thanks mas dadank sdh mampir🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: