•           

  •          Animated Pictures Myspace Comments


  • Statistik Blog ini

    • 602,111 Kali
  • Tentang Blog Ini

              TopOfBlogs
            
             My BlogCatalog BlogRank
             PageRank Checking Icon
          
          
            Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
        


       
             
       
  • Tentang Anda

             Free Hit Counters
        IP
    free counters
  •    Top Blogs            server monitor
               
               Blog directory
               Blog directory
              
              Page copy protected against 
web site content infringement by Copyscape
    Add to Technorati Favorites

Belum Selesai Dengan Kasus Prita RS Omni Kembali Digugat

Rs OmniJuliana, orangtua kembar Jayden dan Jared, tak bisa lagi menahan kesedihan akibat kebutaan yang dialami sang anak, Jayden Christophel. Juliana pun akhirnya memutuskan untuk melapor ke kantor polisi.

Setelah melapor ke polisi, Juliana juga datang ke kantor pengacara OC Kaligis untuk meminta bantuan hukum.

Pada 26 Mei 2008, Juliana melahirkan sepasang anak kembar lelaki bernama Jered Christophel dan Jayden Christophel dengan kondisi belum cukup usia kandungan, yakni 33 minggu.

Selama menjalani perawatan, salah satu bayi yaitu Jayden mengalami kebutaan. Diagnosa dokter di tiga rumah sakit di Indonesia dan Australia mengatakan, saraf mata Jayyden lepas dari retina karena kelebihan oksigen saat di inkubator.

Sementara, kuasa hukum Juliana telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. RS Omni akan dikenakan pasal 360 KUHP karena telah lalai dan menyebabkan korban mengalami cacat berat.

Sumber Okezone.Com

Satu Tanggapan

  1. MATINYA KEBEBASAN BERPENDAPAT

    Biarkanlah ada tawa, kegirangan, berbagi duka, tangis, kecemasan dan kesenangan… sebab dari titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menghirup udara dan menemukan jati dirinya…

    itulah kata-kata indah buat RS OMNI Internasional Alam Sutera sebelum menjerat Prita dengan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

    ………………………………………………………………………………………….

    Bila kita berkaca lagi kebelakang, sebenarnya pasal 310 KUHP adalah pasal warisan kolonial Belanda. Dengan membungkam seluruh seguruh teriakan, sang rezim penguasa menghajar kalangan yang menyatakan pendapat. Dengan kejam penguasa kolonial merampok kebebasan. tuduhan sengaja menyerang kehormatan, nama baik, kredibilitas menjadi ancaman, sehingga menimbulkan ketakutan kebebasan berpendapat.

    Menjaga nama baik ,reputasi, integritas merupakan suatu keharusan, tapi alangkah lebih bijaksana bila pihak-pihak yang merasa terganggu lebih memperhatikan hak-hak orang lain dalam menyatakan pendapat.

    Dalam kasus Prita Mulyasari, Rumah sakit Omni Internasional berperan sebagai pelayan kepentingan umum. Ketika pasien datang mengeluhjan pelayanan buruk pihak rumah sakit, tidak selayaknya segala kritikan yang ada dibungkam dan dibawah keranah hukum.

    Kasus Prita Mulyasari adalah presiden buruk dalam pembunuhan kebebasan menyatakan pendapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: