•           

  •          Animated Pictures Myspace Comments


  • Statistik Blog ini

    • 601,911 Kali
  • Tentang Blog Ini

              TopOfBlogs
            
             My BlogCatalog BlogRank
             PageRank Checking Icon
          
          
            Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
        


       
             
       
  • Tentang Anda

             Free Hit Counters
        IP
    free counters
  •    Top Blogs            server monitor
               
               Blog directory
               Blog directory
              
              Page copy protected against 
web site content infringement by Copyscape
    Add to Technorati Favorites

Daripada Saling Klaim Keberhasilan, Urus Saja Nasib TKI

pemiluTim Kampanye SBY-Boediono dan JK-Wiranto saling berebut klaim atas perdamaian di Aceh. Kubu capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuding capres Jusuf Kalla (JK) tidak etis, sedangkan pihak JK berkilah apa yang dikatakannya itu sesuai kenyataan.

Menurut pengamat politik Syamsudin Haris, klaim keberhasilan dilakukan capres dan cawapres sudah tentu untuk meraih simpati publik yang ujung-ujungnya pada dukungan. Sejauh mana besarnya dukungan, itu yang tak bisa diketahui sebab ada di benak pemilih.

Namun bagaimanapun juga capres dan cawapres akan melakukan berbagai hal untuk mendapat dukungan pemilih, termasuk mengungkap jasa-jasa dan prestasi misalnya, dalam penanganan perdamaian Aceh. Apakah saling klaim keberhasilan itu efektif raih simpati? “Ya, kembali ke pemilih,” kata Syamsudin kepada okezone, Selasa (16/6/2009).

Menurut dia, saling klaim keberhasilan tersebut sebenarnya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap persentase dukungan pemilih terhadap ketiga pasangan capres dan cawapres.

“Sedari awal saya tidak melihat ada agenda yang jelas dari para kandidat ini terhadap persoalan negara. Minimal untuk lima tahun ke depan itu apa? Tidak bisa bersifat umum yang hanya berbentuk janji. Ini yang sangat disayangkan. Isu kampanye yang seperti ini tidak mencerdaskan rakyat,” ujar Syamsudin.

Menurut dia, yang penting sebenarnya adalah konsep untuk menyelesaikan masalah yang sampai saat ini belum tuntas. “Yang pokok bagi saya, misalnya soal TKI itu apa solusinya? Solusi ini mau diselesaikan berapa lama, apa dalam tiga tahun atau lima tahun?”

Sebagai pembading, kata dia, saat kampanye Barack Obama yang menjanjikan penyelesaian Irak. Dia bilang tahun sekian, sebelum batas waktu itu dicapai, ada realisasi penarikan pasukan AS secara bertahap. “Dibandingkan dengan calon presiden kita, tak ada yang jelas, juga dengan SBY sendiri,” paparnya.

Bisa jadi, kata Syamsudin, ketidakjelasan menawarkan agenda konkret ke rakyat, karena tidak memiliki keberanian atau kemampuan untuk merealisasikan janjinya itu. Sudah berpikir dulu tidak akan mampu, jadinya hanya obral janji yang akhirnya mengklaim prestasi atau keberhasilan. “Jadinya rakyat ini memilih pemimpin yang hanya bisa berjanji, bukan agenda yang konkret,” pungkas dia.

Sumber Okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: