•           

  •          Animated Pictures Myspace Comments


  • Statistik Blog ini

    • 602,068 Kali
  • Tentang Blog Ini

              TopOfBlogs
            
             My BlogCatalog BlogRank
             PageRank Checking Icon
          
          
            Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
        


       
             
       
  • Tentang Anda

             Free Hit Counters
        IP
    free counters
  •    Top Blogs            server monitor
               
               Blog directory
               Blog directory
              
              Page copy protected against 
web site content infringement by Copyscape
    Add to Technorati Favorites

Mbah Surip Pernah Jualan Kacang Goreng

Mbah SuripAlmarhum Mbah Surip pelantun lagu Tak Gendong yang meninggal pada hari Selasa (4/8) oleh rekan-rekannya yang ada di Kota Mojokerto dikenal mandiri sejak kecil.

Ketua RW 2 Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jatim, Tatok Yuliarto, yang juga teman kecil Mbah Surip, Selasa (4/8), mengatakan, jauh sebelum terkenal seperti saat ini, kehidupan masa kecil Mbah Surip yang meninggal pada usia 60 bisa dibilang berat.

“Surip, merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan almarhum Sukotjo dan almarhum Rasminah,” paparnya.

Ia mengemukakan, ketujuh bersaudara itu adalah Takul Matrawi, Semiati, Senen Subandi, Mbah Surip, Suharti, Zualikah dan Zaelani.

“Tukul Matrawi saat ini tinggal di Surabaya, Zualikah tinggal di Sidoarjo dan yang lainnya tinggal di Mojokerto,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak kecil Surip yang bernama asli Urip Achmad Rijanto (di beberapa media disebut Urip Ariyanto, red) sudah bekerja menjadi pedagang asongan untuk membantu orang tua yang berjualan kikil.

“Kadang dia harus berjualan es lilin dan kacang goreng keliling kampung, boleh dibilang, dia memang sudah mandiri sejak kecil,” jelasnya.

Ia menambahkan, Mbah Surip merupakan lulusan SDN Karang Tengah II pada 1970, lalu lulus dari Sekolah Teknik (ST) Pasna Wiyata 1974 dan lulus STM Brawijaya 1977.

“Bahkan, dia (Mbah Surip) sempat mengenyam kuliah di Teknik Mesin Universitas Sunan Giri Cabang Mojokerto pada tahun 1979,” ungkapnya.

Sementara itu, Isman, salah seorang rekannya yang lain, mengatakan, Mbah Surip saat kecil tinggal di dalam satu rumah yang berada di Jl. Magersari Gang Buntu 12 RT 3/RW 2 Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Rumah berukuran 3,5 meter x 12 meter dan hanya berkamar dua tersebut kini ditinggali kakak perempuannya yang bernama Semiati.

Setelah lulus kuliah, Mbah Surip lalu menikah dengan Minuk Sulistyowati dan dikaruniai empat orang anak. Meski sudah memiliki anak empat, saat itu Mbah Surip masih belum memiliki pekerjaan tetap.

“Mbah Surip sempat bekerja di Bioskop Indra di daerah Alun-alun Kota Mojokerto sebagai tukang sobek karcis. Tapi, bioskop itu sudah tutup lama,” katanya.

Ia menceritakan, awal tahun 80-an, Mbah Surip memutuskan merantau di Jakarta, sementara Minuk tetap berada di Mojokerto bersama empat anaknya.

Minuk yang tinggal di Jl Tribuana 31-B, Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, akhirnya menikah lagi dengan Mariaji.

“Sementara Mbah Surip hingga akhirnya meninggal tidak menikah lagi,” tandasnya.

Sumber Kapanlagi.com

2 Tanggapan

  1. i love you full mbah

  2. selamat jalan mbah..,
    semoga akan hadir mbah surip2 barui yang tampil dengan polos & apa adanya..,
    salam KBM..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: