•           

  •          Animated Pictures Myspace Comments


  • Statistik Blog ini

    • 602,068 Kali
  • Tentang Blog Ini

              TopOfBlogs
            
             My BlogCatalog BlogRank
             PageRank Checking Icon
          
          
            Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
        


       
             
       
  • Tentang Anda

             Free Hit Counters
        IP
    free counters
  •    Top Blogs            server monitor
               
               Blog directory
               Blog directory
              
              Page copy protected against 
web site content infringement by Copyscape
    Add to Technorati Favorites

Baca Dulu ini Baru Beli ayam

ayamAyam potong menjadi kebutuhan pokok saat Lebaran. Saat membeli ayam potong sebaiknya Anda lebih teliti lagi. Akhir-akhir ini banyak ayam potong suntik yang beredar di pasaran. Agar tak salah beli kenali ciri-cirinya!

Ayam potong yang dijual di pasaran baik pasar tradisional maupun swalayan ada tiga jenis. Ayam negeri atau ayam broiler, ayam buras atau ayam kampung dan ayam jantan. Di pasar swalayan besar juga tersedia ayam probiotik dan ayam organik yang harganya lebih mahal.

Jenis ayam yang umum dikonsumsi adalah ayam negeri. Ayam ini biasanya berasal dari rumah potong ayam baik yang berskala besar maupun kecil. Ukuran ayam ini pun beragam, beratnya berkisar dari 700 gram – 900 gram. Meskipun ada juga yang dijual dengan berat lebih besar.

Ayam negeri ini umumnya dijual dalam bentuk karkas (ayam utuh tanpa kaki dan leher). Namun, ada juga penjual yang menyediakan potongan ayam berdasarkan bagiannya seperti paha, dada, jeroan, sayap dan kaki. Beberapa minggu lalu menjelang dan selama ramadhan dilakukan berbagai razia di pasar tardisional. Hasilnya cukup mengejutkan di daerah Depok dan berbagai daerah di Jawa diketemukan adanya ayam suntik.

Berbeda dengan trend penjual ayam potong yang menyelipkan ayam ‘tiren’ (mati kemarin) dan ayam yang direndam larutan formalin, trik yang satu ini tergolong baru. Pedagang ayam potong menyuntukkan air di bagian dada, paha dan punggung ayam. Tujuannya agar ayam yang kecil akan menggelembung badannya menjadi besar dan mengkilap.

Ayam suntik ini mengandung banyak air. Saat digantung, akan meneteskan banyak air dan jika dimasak akan menyusut banyak saat matang. Cara yang dipakai pedagang ini jelas-jelas merugikan konsumen karena tipuan berat. Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor juga membuktikan bahwa air yang dipakai untuk menyuntik tidak hiegenis.

Dengan proses pemasakan mikroorganisme yang terkandung dalam air tidak seluruhnya mati sehingga bisa tetap membahayakan kesehatan. Karena itu tak ada cara lain kecuali teliti dan waspada dalam membeli ayam potong terutama di pasar tardisional.

Berikut ini ciri-ciri ayam potong yang sudah disuntik air:
Kulit ayam terlihat mengkilap, tidak kesat.
Ayam terlihat basah, dengan genangan air di sekitarnya seolah habis dicuci.
Saat ditekan daging ayam terasa agak kencang, tidak lembek.
Bila diangkat, dijungkirkan cukup banyak tetesan air yang turun.
Berat ayam terlihat tidak wajar, ayam kecil tetapi bertanya di atas rata-rata.
Saat dimasak akan menyusut banyak dan mengeluarkan banyak air.

Untuk menghindari tipuan curang pedagang ayam, sebaiknya lakukan hal berikut saat berbelanja ayam potong:
Belilah ayam di tukang ayam langganan yang sudah terpercaya.
Amati tampilan fisik ayam potong. Ayam yang bagus, kulitnya berwarna putih sedikit kemerahan, kulitnya lekat dan kesat serta rongga perutnya tidak berair.
Saat diangkat atau dipotong-potong tidak mengeluarkan banyak air.
Jika perlu, belilah ayam potong yang berasal dari ayam hidup.
Membeli ayam di pasar swalayan besar sedikit lebih mahal tetapi kualitasnya lebih terjamin demikian juga timbangannya.
Cuci bersih ayam sebelum diolah atau disimpan dalam freezer.

Sumber Detik.com

Satu Tanggapan

  1. kalo aku sich biasanya sembelih sendiri tu ayam…, jadi ga usah kuatir untuk kualitasnya halal dan aman…
    mampir balik ke blogku yach…ekosulistio dan mbah gendeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: